Yayasan The Tebings
Lembaga pengkajian, penelitian, publikasi, dan pemberdayaan masyarakat di Kawasan Timur Indonesia. Berdiri sejak 2018 di Ternate, Maluku Utara.
Mengenal The Tebings
Sejarah Yayasan The Tebings pada dasarnya adalah mengenai sejarah orang-orangnya. Awalnya “The Tebings” hanyalah julukan untuk menunjuk sekelompok orang — yang saat ini menjadi bagian penting dari manajemen lembaga — yang gemar berbincang. Bukan berdiskusi, sebab diksi ini terlalu formal. Sementara gaya perbincangan lebih banyak informal, dengan cara-cara santai. Topik-topik perbincangan menyangkut hal luas: mulai dari hal sepele, remeh-temeh kehidupan sehari-hari hingga hal-hal serius menyangkut bangsa dan negara Indonesia.
Dengan latar belakang akademik masing-masing, corak perbincangan terutama diwarnai perspektif budaya (antropologi), sejarah, sastra, bahasa (linguistik), dan lingkungan. Hingga titik tertentu, perbincangan menjadi mendalam. Berikutnya, ditindaklanjuti dengan kerja-kerja nyata melalui pengabdian dan penelitian, baik secara mandiri maupun bersama pihak lain.
Dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa bangsa Indonesia harus terus tetap tegak utuh secara terhormat, makmur, dan sejahtera, Yayasan The Tebings dibentuk sebagai perwujudan sikap kritis dan pandangan optimistis. Sumber daya manusia harus dibina dan dikembangkan sehingga menjadi kian berdaya dan tangguh. Demikian pula sumber daya alam harus dikelola untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
Momen paling bersejarah terjadi pada 6 November 2018, ketika The Tebings resmi disepakati menjadi sebuah yayasan melalui Akta Notaris Nomor 6, tanggal 5 November 2018, yang dibuat oleh notaris Muhammad Anshar Abdullah, S.H. — dan selanjutnya disahkan sebagai Badan Hukum Yayasan pada 14 November 2018.
Visi, Misi & Tujuan
Visi
“Menjadi lembaga unggul dalam bidang pengkajian, penelitian, publikasi, dan pemberdayaan masyarakat di Kawasan Timur Indonesia”
Misi
Menyelenggarakan pengkajian dan penelitian dalam bidang sosial, budaya, ekonomi, politik dan hukum, serta lingkungan dan sumber daya alam.
Memfasilitasi dan menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, dan forum-forum ilmiah.
Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki komitmen sejalan dengan yayasan.
Melakukan penyebarluasan informasi dan pengetahuan melalui media massa, media sosial, buku, majalah, dan berbagai terbitan berkala lainnya.
Mengupayakan advokasi dan pemberdayaan masyarakat.
Menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan penentu kebijakan untuk menghasilkan rekomendasi alternatif kebijakan bagi penyelenggaraan pemerintahan.
Tujuan
Menghasilkan kajian dan hasil-hasil penelitian yang berkontribusi bagi pencapaian tujuan pembangunan.
Mendorong terciptanya tatanan masyarakat maju berdasarkan pengetahuan dan informasi yang cermat, objektif, dan bertanggung jawab.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial.
Mendorong terwujudnya kebijakan berbasis bukti dan penelitian.
Logo & Maknanya
Logo resmi Yayasan The Tebings
Huruf T (font Atlantis Found kapital)
Huruf awal nama Yayasan The Tebings. Sebanyak 4 huruf T yang terangkai membentuk roda, melambangkan gerak dinamis yayasan.
Segitiga Warna Abu-abu
Melambangkan gunung yang terdiri atas empat buah. Gunung menyimbolkan empat kerajaan/kesultanan (Moloku Kie Raha) di Maluku Utara sebagai cikal bakal wilayah Maluku Utara.
Segitiga Warna Biru
Simbol laut yang melambangkan bahwa sebagian besar wilayah Maluku Utara adalah lautan.
Segi Empat Berwarna Merah
Simbol warna merah hati yang bermakna bahwa segala aktivitas yayasan dilakukan sepenuh hati berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan keluhuran.
Segi Empat Berwarna Putih
Menyimbolkan keikhlasan yayasan dalam melakukan seluruh aktivitas, baik secara personal maupun kelembagaan.
Gabungan Merah dan Putih
Warna bendera RI, melambangkan nasionalisme yayasan sebagai warga negara Indonesia.
Latar Putih (Latar Utama)
Menyimbolkan ruang gerak yayasan yang luas, dilandaskan pada nilai-nilai luhur dan netralitas.
